Sunday, July 25, 2010
Sunday, June 20, 2010
aku terjaga pada malam sepi dan semua terlelap dihempas keletihan..
mataku terjaga menjaga bintang yang bertebaran di langit luas..
langkah kaki seseorang membuat hati meringkuk..
dan seorang lelaki tersenyum dan singah di hadapanku..
kami bercerita dan bersenda gurau memecah keheningan malam...
sesaat bibirnya terpaku membisu menatap langit luas
ku tanyakan mengapa ia terdiam melamun
ia bercerita luas tentang cinta dan angan anganya.. tentang sang pujaan hati..
mataku terjaga mengawasi setiap gerak bibirnya, agar tak satupun kata terlewat ku dengar..
ia bercerita tentang hatinya yang patah karena sang pujaan hati..
ia menceritakan sosok sang putri.. sosok yang ia cintai..
aku termenung dalam lamunan...
betapa beruntungnya sang putri yang dicintai dirinya..
setiap kata yang terucap dan setiap lirik kata yang tersiram, semua berisi tentang sang putri..
aku hanya berharap bahwa sahabatku ini akan mendapatkan hati sang putri...
dan seruan angin yang menyapa pada dunia malam
Aku bertanya pada angin semilir...
Dimana ia?
Aku merindukannya
aku merindukannya dengan setiap detak pada jantung ini,
dengan setiap detik pada keabadian
Taukah ia aku disini membisu merindukanya?
Tau kah ia aku disini mati perlahan merindukannya?
dalam dunia aku menunggu
diantara senja merah dan malam biru
hingga raga ini menyelam dalam tanah
Ragaku tergeletak lemas menahan rasa perih,
dan menunggu engkau menyadari
Kapan? Esok hari? Esok lusa? Atau tak selamanya?
mungkin dalam sana, dalam mimpi malam tadi
yang selalu terulang dalam sayatan hati ini
Aku merindukanmu
hingga ia menari bersama rembulan
dan membawanya dalam pelukan
Kembali ke ragaku...
Dan diam bersamaku...
Hingga malam berakhir
dan mentari tak akan bersinar lagi...
Karya : Fernando Diroatmodjo & Sella Palar
Biarkan
biarkan aku kembali ke masa itu, saat aku tertawa lepas tanpa ada panah menganjal..
biarkan aku mentap langit dan melihat bintang, seperti saat waktu aku bersamamu..
biarkan aku ternsenyum, seperti saat cerlingan wajah menatap tajam ke arahku dan mengetarkan hati...
biarkan aku terdiam, seperti saat engkau membius nadi dan menghentikan detakan jantungku..
biarkan... biarkan aku mengulang sekali saja kebahagiaan itu..
biarkan hatiku merasakan lagi hangatnya cinta...
maukah kau membiarkan aku mengulang sekali saja?
apa? tidak?
tak lihatkah kau hatiku yang tersayat robek karena tusukan belatimu?
hatiku terluka menjadi kepingan... menjadi serpihan lebih tepatnya karena ENGKAU!
masih kau tak membiarkan aku? kejam....
akan ku tutup buku ini dan kuhanyutkan di pelataran gerbang pembuangan sampah, dan ku biarkan ini menjadi kenangan yang pahit...
Thursday, June 17, 2010
merindukan mu
tatapan kosong seakan tak melihat
hanya suara jangkrik berpasangan menemani keheningan malam
dimana engkau? dimana?
tak tahu kah engkau apa yang kurasakan sekarang?
tak mengertikah hatiku meronta merindukanmu?
mengapa engkau meninggalkanku tanpa jejak?
kemana aku harus menelisik jejak kakimu?
tanah mengering menghilangkan jejak kaki mu
tak tahukah aku disini menunggumu untuk kembali?
tak mengertika engkau bahwa aku merindukanmu?
tak tahu kah apa yang aku rasakan sekarang?
kapan? kapan engkau mengerti?
kapan engkau mrasakan apa yang ku rasakan?
perlukah aku berteriak di hadapan wajahmu sehingga engkau mengerti?
perlukah aku menuliskan seribu kata agar engkau percaya aku merindukanmu?
kembali... kembali padaku..
hati ini tergores perih karena merindukanmu..
jiwa ini hampa tanpamu...
aku ingin berteriak memanggil namau
aku ingin meronta karena tak sanggup memendam ini
tak mengertikah engkau??
entah engkau mengerti atau tidak...
yang ku harap kau kembali dan diam disisiku
mengisi setiap halaman hari hariku
tampak sunyi, hanya ada bola lampu yang menerangi
sunyinya malam menghentikan detak jantung
angin berbisik meniup kearah wajah yang kusam
tak.. tak.. tak..
dentuman langkah kaki dari sebelah badan
ia mendekat dan hingap disamping menemani keheningan malam
bibirnya mengoreskan percikan tawa, dan alunan kata katanya bagai menghentikan nafas
waktu serasa bertedak kembali, dan bulan seakan bersinar
kutipan lelucon dan cerita lucu membuat bibir tak dapat berhenti tertawa
sekan aku tak ingin hari ini berakhir
dan prak... badan terasa terhempas angin jalanan
ternyata kebahagiaan itu hanya dalam mimpi
aku menangis karena tersadar bahwa ini bukan kenyataan
tapi paling tidak aku mendapatkan mimpi yang indah